Konspirasi Kekalahan Barcelona dan Real Madrid di Liga Champion

Seperti kita tahu, Roman Abramovic selalu mendambakan permainan cantik Chelsea. Pelatih tersuksesnya Jose Mourinho tidak dapat memberikan hal tersebut. Santer dkabarkan mereka tertarik untuk menggunakan jasa Pep Guardiola untuk merombak permainan Chelsea. Jose Mourinho sering kali mengatakan kalau kompetisi terbaik sepakbola ada di inggris, dan dia akan kembali suatu saat. Inter Milan dan Real Madrid hanyalah batu loncatan mengisi kekosongan waktu.

Adapun Konspirasi Kekalahan Barcelona dan Real Madrid di Liga Champion yang saya maksud adalah Pep Guardiola sengaja mengalah untuk Chelsea karena dia ingin melatih klub tersebut. Hasil tidak terduga ini membuat Mourinho terkejut, dia tidak mungkin melawan mantan klub sekaligus klub kesayangannya di final Liga Champion Eropa. Dia tidak tega untuk menyakiti Chelsea di final nanti. Oleh karena itu, dengan sangat terpaksa dia mengalah juga untuk Bayer Munchen. Selain itu, jauh di lubuk hatinya, Mourinho berharap bisa kembali melatih Chelsea. Makanya di Pers Conferense, mourinho mengatakan kalau pemenang Liga Champion eropa adalah Chelsea karena mereka telah berhasil mengalahkan klub hebat Barcelona. Dengan kata lain dia ingin menegaskan bahwa Barcelona sesungguhnya lebih baik dari Madrid. Kalau benar Madrid hebat, seharusnya dia mengatakan:
Munchen pasti juara karena telah mengalahkan madrid di semifinal. madrid aja yang lebih baik dari barca kalah, apalagi chelsea yg tidak lebih baik dari madrid .

Namun sayangnya Konspirasi Kekalahan Barcelona dan Real Madrid di Liga Champion yang saya sampaikan diatas hanya lelucon. Untuk pendukung Barcelona dan Real Madrid, saya harap tidak marah karena ini hanya lelucon seputar Liga Champion Eropa.